Adalah mudah untuk dilumpuhkan oleh keadaan ketika kita menghadapi tantangan. Saya tahu itu. Saya mengalaminya sepanjang hidup saya. Anda pasti bertanya-tanya : Apa yang saya lakukan? Bagaimana saya bisa sampai di tempat dimana saya berada saat ini? Saya tidak tahu pasti bagaimana melakukan semua ini! Saya ketakutan setengah mati!. Banyak dalam kehidupan ini bicata tentang menunjukkan diri. Demikian juga dengan perjalanan keKristenan kita. Maksud saya, pada kenyataannya, benarkah Musa adalah orang terbaik yang harus membawa orang Israel keluar dari penjajahan Mesir? Bertahun-tahun sebelum Tuhan berbicara padanya melalui semak yang terbakar, Musa membunuh seorang Mesir dan Firaun menjadi murka karenanya. Jika anda adalah Firaun, maukah anda berbicara dengan seorang mantan musuh? Ditambah lagi, dia tidak punya kepercayaan diri yang cukup mengenai kemampuannya. Bagaimana dengan Gideon? Dia bersembunyi di tempat pemerasan anggur ketika malaikat datang memberikan pesan yang memberi semangat dan membawa perintah langsung dari Tuhan. Dan Ester, dia adalah seorang Yahudi, dan seperti seperti takdir, sepanjang bersama dengan bangsanya, dia siap mati sekali raja menemukan kebangsaan aslinya. Semua orang ini tidaklah "pantas atau cocok" untuk tugas pekerjaannya, tidak juga jika kita men-cek resume atau curriculum vitae mereka, namun ketika Tuhan memanggil mereka dengan perintah : "Ikutlah Aku", mereka melakukannya. Sudah pasti mereka takut. Sebagian tersungkur seperti batu. Sebagian lainnya bahkan mempertanyakan logika pertimbangan Tuhan itu. Namun meski merasa terintimidasi, dan meski dengan kekurangan mereka, mereka semua memutuskan untuk mempercayai Tuhan untuk menggenapi sesuatu proyek yang tidak bisa dilakukan secara alami. Deklarasi mereka menjadi terkenal, termasuk pada kita, adalah sesuatu hal yang sama : mereka membuat diri mereka siap pakai bagi Tuhan, mempercayai bahwa ketika mereka melangkah dalam iman, bahkan dalam langkah pertama mereka, Tuhan akan melakukan sisanya untuk mereka. Saya belum lama ini mendengar definisi luar biasa untuk kata-kata : "keberanian". Mungkin seperti saya, anda datang pada kesimpulan yang salah bahwa keberanian berarti anda tidak takut. Namun penulis Bruce Wilkinson mengatakan bahwa keberanian bukanlah ketiadaan rasa takut, namun lebih kepada melakukan tekanan meski diliputi rasa takut. Jika kita menunggu hingga kita tidak takut lagi, kita akan kehilangan kesempatan. Jalani ketakutan. Jalani dengan kaki yang bergetar dan kerongkongan kering. Siapa yang peduli jika anda tidak mengetahui bagaimana melakukannya? Lakukan saja sesuatu!. Lakukan sebanyak yang anda tahu bagaimana melakukannya, dan percayai Tuhan untuk sisanya. Kita tidak tahu apa yang kehidupan akan kita bawa, kita tidak bisa memastikan hari esok, namun kita dapat membuat pengaruh sekarang dimana kita berada hari ini dengan men-set pikiran kita untuk melakukan hal yang baik, sesuatu dari Tuhan, bagaimanapun besar atau kecilnya pekerjaan itu. Ingatlah aturan umum tentang kebesaran : jika anda ingin melakukan sesuatu yang besar, pertama anda harus melakukan sesuatu yang kecil. Jika anda ingin melakukan sesuatu yang hebat, peluangnya adalah ketika anda mengerjakan dengan baik sesuatu yang kecil terlebih dahulu. Anda sepertinya tidak akan melakukan semua itu dalam satu hari, seperti yang saya sering pikir. Mulai dari yang kecil, dan saksikan langkah Tuhan didalamnya. Ketika kita dipercaya dalam perkara kecil, Tuhan memberi kita yang besar. Jadi tanamkan bibit yang kecil dalam kehidupan anda, dan saksikan bibit itu akan bertumbuh hingga adanya panen raya kala anda mempercayai Tuhan. (Cloves Community) Matius 25:21(23) Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu Matius 13 :31b-32. "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya. Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya." Matius 17:20 Yesus bersabda kepada kita, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, -- maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.” (Biji Sesawi). http://www.indocell.net/yesaya/pustaka/id531.htm (by:GF)
Saya memikirkan bahwa saya harus menjadi seorang yang kaya atau terkenal atau dikuasai kecantikan atau memiliki talenta yang ajaib atau punya keberanian yang mengagumkan atau impian indah lainnya dan menunggu pencari bakat talenta "menemukan" diri saya untuk membuat sesuatu dalam kehidupan saya. Saya juga mempersalahkan diri saya dalam banyak kesempatan karena orang lain yang saya anggap lebih sukses karena mereka terlihat bisa mendapatkan semua harapan mereka.
Namun kebenarannya adalah, jika kita ingin melakukan sesuatu dalam kehidupan kita, untuk membuat satu tanda, maka kita tidak dapat menunggu sesuatu yang besar itu muncul, membunyikan loncengnya, dan menawarkan pada kita anggur Tanah Perjanjian. Kita harus membuat satu awalan.
Jadi, mulailah dari tempat dimana anda berada saat ini. Jangan melihat ke bagian belakang textbook anda, dan jangan membuat permintaan yang tidak beralasan terhadap diri anda - seperti mengatakan pada diri anda untuk melakukan semuanya dengan sempurna pada kesempatan pertama. Ambillah langkah kecil dengan arah yang benar, bahkan jika langkah anda kelihatan tidak pasti dan tidak meyakinkan.
Bicara soal melangkah dalam iman, beberapa tahun yang lalu saya mengikuti lari 5K. Saya hanya berlatih sekitar dua minggu, dimana saya menempati posisi 12... dari 13 orang di kelompok usia saya dan menempati posisi 182 dari peserta secara keseluruhan. OK, jadi melihat hasilnya sungguh membuat saya tertekan, saya akui itu. Pada mulanya saya merasa malu karena saya tidak bisa melakukan sesuatu yang lebih baik dari itu, lalu kemudian saya mulai berpikir tentang usia ... dan .. ow.... masihkan ada kesempatan untuk saya? Dan apakah saya harus berhenti?!!. Saya harus mengatakan pada diri saya sendiri. Saya telah kehilangan maksud dari semua lombanya. Ini tidaklah selalu soal kemenangan. Ini tentang keluar dari keadaan itu dan mencoba melakukan sesuatu.
BERUBAH DIANTARA PERUBAHAN I
KASIH KARUNIA MEMBUAT KITA BERUBAH
TERGILA-GILA PADA YESUS
KEHIDUPAN YANG BERBUAH
Yesus berkata di dalam Markus 11 : 24 "Karena itu Aku berkata kepadamu : apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu." Kata menerima di dalam ayat itu adalah kata yang aktif. Di dalam bahasa Yunani kata itu memiliki arti "untuk mengambil."
Iman bersifat mengambil. Untuk memanjatkan doa iman, anda harus mengambil sesuatu. Ketika anda berdoa, dasarkannlah petisi anda pada janji yang ada di dalam Alkitab. Mintalah, kemudian percayalah bahwa anda telah menerimanya. Ketika anda berdoa, dengan iman, ambillah hal tersebut. Itu artinya, ketika anda meninggalkan tempat doa anda, anda pergi dengan apapun yang telah anda minta dan ada mengambilnya. Sejak dari waktu anda mengambilnya anda harus menjaganya, sampai pekerjaannya selesai.
Ambillah milik anda dengan kata-kata seperti "Terima Kasih Tuhan, Aku mengambil pekerjaan yang lebih baik ini" atau "Aku telah menerima kesembuhanku !" Jika iblis membisikkan, Kamu tidak akan pernah mendapatkannya, beritahu dia, "Iblis, kau sudah terlambat. Aku sudah mengambilnya ! Itu adalah milikku !"
Tuhan menjanjikan hal-hal yang baik di dalam Firmannya. Tetapi jika anda tidak pernah mengambilnya di dalam doa, anda tidak memberikan kepadaNya sesuatu yang dapat dikerjakanNya. Jika anda terus berkata, "Tuhan, aku membutuhkan hal ini, " anda masih meminta.
Untuk dapat berjalan dengan iman, pada suatu waktu tertentu anda harus mengambilnya. Percayalah bahwa anda telah menerima apa yang anda minta ketika anda berdoa. Itulah inti dari iman.
Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya ? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya ? Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat. Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya; (Mzm 8:5-7)
Ayat di atas ini menekankan bahwa manusia diciptakan hampir sama seperti Allah pencipta. Tuhan adalah Pencipta, dan manusia hasil ciptaanNya diciptakan hanya satu tingkat dibawah Dia. Tuhan menciptakan manusia untuk berkuasa atas setiap buatan tanganNya.
Dan barangsiapa yang percaya kepada Allah, menjadi anak Allah atau anak terang, mereka diperintahkan agar menjadi peniru Allah (Ef. 5:1). Pertanyaan berikutnya apakah pekerjaan Allah ? Karena Allah adalah Pencipta pekerjaan utamanya adalah mencipta.
Tuhan adalah Penguasa. Itulah sebabnya Dia berkuasa dan tidak dapat dikuasai. Firman memerintahkan semua anak terang untuk menuruti Allah yakni berkuasa atas buatan tanganNya. Bumi dan segala isinya adalah buatan Tuhan. Berarti manusia diminta untuk berkuasa atas bumi ini. Ini bukan sekedar teori. Jangan berhenti membaca, teruskan, bersiaplah untuk menerima amanat dari Yang Maha Kuasa dan lakukanlah. Inilah perintah itu, Apapun yang dikatakan kepadamu, buatlah itu ! (Yoh 2:5 )
Berfirmanlah Allah : “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap dibumi. Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “ Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi (Kej 1:26-28)
Allah jelas menciptakan manusia seperti Mereka, dengan maksud dan tujuan agar manusia berkuasa atas bumi yang telah diciptakanNya. Sekali lagi saya tekankan, kodrat manusia adalah untuk berkuasa atau memerintah. Bukan sebaliknya !
Bagi mereka yang percaya kepada Yesus, pekerjaan menaklukan dan menundukkan telah dikerjakan Yesus pada saat Dia disalibkan dan dibangkitkan kembali (Ef 1:22; 1 Kor 15:26; Ibr 2:6-8). Itulah sebabnya, kemenangan adalah milik anda dan saya yang percaya kepadaNya, kemenangan tanpa mengeluarkan keringat. Artinya tidak ada sedikitpun peperangan atau pekerjaan yang harus dikerjakan dengan bersusah payah oleh anda dan saya untuk menang.
Tugas yang perlu dilakukan oleh kita adalah memegang teguh janji Tuhan, yaitu firmanNya, dan berdiri teguh sampai janjiNya termanifestasi Contohnya, bila ada wabah demam berdarah di daerah tempat tinggal anda, anda pegang teguh janji Tuhan yang terdapat di Mazmur 91:5010. Dengan iman anda perkatakan, dan dengan iman pula anda menerima proteksi dan perlindungan Tuhan atas wabah itu. Ingat, Injil adalah kekuatan Allah. Walaupun anda tidak dapat melihat proteksi Tuhan dan penjagaan malaikat di sekeliling anda, bukan berarti hal itu tidak ada. Posisi orang beriman adalah berjalan tanpa penglihatan atau perasaan.
Mungkin anda bertanya sampai kapan anda harus berdiri teguh. Jawbannya ialah sampai anda bersama-sama yesus di rumah Bapa di Sorga. Anda harus berdiri teguh sampai masalah itu berlalu dan kemenangan anda nikmati. Menjadi orang percaya, tidak berarti anda senantiasa berjalan di karpet merah, dan tidak ada masalah dalam hidup ini. Yesus katakan, jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu dan Dia juga berkata, Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia (Yoh 15:20; Yoh 16:33)
Penganiayaan itu pasti datang, bukan karena siapa anda, tetapi karena Firman. Tetapi anda tidak dibiarkan menghadapi penganiayaan tanpa bekal. Dikatakan imanmu terhadap Yesus telah mengalahkan segala masalah atau penganiayaan di dunia ( 1 Yoh 5:5 )
Iblis bukan pembawa damai sejahtera. Dia adalah pencuri, pembunuh dan pembinasa. Jadi jangan mempertanyakan mengapa berbagai kesulitan dan kerusakan atau malapetaka terjadi di dunia. Iblis, dialah, sumber kehancuran dan kerusakan itu.
Di dalam proses belajar mengenal Tuhan dengan intim, kita akan sampai ke satu titik di mana kita tahu bahwa setiap perintahnya dapat dijalankan oleh anda dan saya. Kita telah dilimpahkan otoritas untuk memakai namaNya, darahNya, firmanNya, dan Roh KudusNya. Kita memiliki buah roh sukacita Tuhan, yang merupakan kekuatan bagi kita untuk berdiri teguh dalam menghadapi segala ujian dan tantangan sehebat apapun. Berkuasalah terhadap masalah di dalam hidupmu, dan jangan ijinkan masalah apapun mengendalikan anda.
PERKATAAN KITA ADA KUASA
Dulu kita sering mendengar komentar, “Kita kan tidak tahu apa yang akan terjadi. Siapa yang mau sakit ? Siapa yang mau Miskin ? Tapi apalah daya kita, kita kan tidak bisa mengubah keadaan ini ? Biarlah yang penting nanti di surga semuanya enak, semua ini akan berlalu kalau sudah sampai surga ? Pernah anda mendengar komentar seperti itu ? Perlu diketahu kita semua bahwa semua pemikiran itu berasal dari dusta iblis dan membuat manusia merasa tidak berdaya.
Kita harus ingat apa yang Yesus lakukan dan kita juga harus melakukannya ! Peristiwa di Markus 11 setelah Yesus berbicara kepada pohon ara, dan pohon ara itu menjadi kering sampai ke akar-akarnya. Ini peristiwa yang janggal, perbuatan supernatural. Hal ini tidak mungkin terjadi secara alami, karena butuh lebih dari satu malam, untuk dapat membuat sebuah pohon kering sampai ke akarnya. Jika seseorang lahir dari Allah, dia mempunyai iman Allah (Rm 12:3) Setelah itu Yesus meneruskan berkata kepada murid-muridnya : Sesungguhnya barang siapa berkata kepada gunung ini Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya.
Ayat ini mengatakan barangsiapa, Anda dan saya termasuk dalam kriteria barangsiapa. Anda dan saya dapat menerima ayat ini terwujud dengan mengikuti perintah yesus itu dengan benar. Jangan malu-malu untuk menerapkan kuasa yang Tuhan telah berikan kepada anda. Mulailah berkata-kata kepada tanaman di rumah untuk bertumbuh subur dan berbunga senantiasa. Bicaralah kepada binatang kecil sekelilingmu, kecoa, tikus, cicak untuk tidak mengganggu rumahmu. Tidak usah heran, bukankah binatang kecil itu ada di bumi, dan anda diberi kuasa untuk memerintah, dan mereka semua harus tunduk kepada anda ?. Percayalah kepada Yesus, “tanpa penglihatan dan perasaan”. Melihatlah persis seperti Yesus, “tidak melihat apa di depan tetapi melihat jauh di alam roh”. Dan dengan kuasa yang dihibahkan kepada kita, kita akan memerintah dalam hidup kita di bumi sampai Yesus datang menjemput kita ataupun sampai tugas kita selesai di dunia ini.









